oleh

Penggalangan Dana Korban Banjir Jeneponto Di Bubarkan

TOPTERKINI.COM – Jeneponto | Pemerintah Kabupaten Jeneponto bersama Polri dan TNI mulai menertibkan penggalangan dana bantuan kemanusiaan, bencana alam Banjir Bandang yang dilakukan tanpa izin di jalanan. Jika tidak, penggalangan bantuan tersebut tak berizin dinilai seperti pungutan liar. 

Penertiban itu merujuk Ketentuan Undang-Undang No 9 Tahun 1961 dan Peraturan Pemerintah No 29 tahun 1980 tentang Pelaksanaan Pengumpulan Sumbangan. Tujuan pengaturan ini untuk menciptakan transparansi pengelolaan bantuan yang telah dikumpulkan sehingga bisa dipertanggungjawabkan.

” Segala penggalangan dana harus mengantongi izin, jika tidak kan seperti pungutan liar,” Ungkap Iptu Muh. Adam,SH

Pembubaran kegiatan penggalangan bantuan dana tersebut terjadi di beberapa tempat diantaranya JL. Pahlawan, Batas Kota Paceko, Tanetea Kel. Bontotangga, Ci’nong Kel. Tonrokassi, Bontorannu Kec. Bangkala dan Taman roya Kec. Bangkala Barat Kab. Jeneponto.

Kelompok pemuda / masyarakat tersebut sedang melakukan aksi penggalangan dana untuk korban bencana banjir di Jeneponto, namun kegiatan tersebut mengganggu ketertiban umum, dan menghambat arus lalu lintas serta dapat mengakibatkan peristiwa kecelakaan lalu lintas.

Selain membubarkan aksi kelompok tersebut, juga menyita sekitar 16 kotak kardus, ke 16 kotak kardus berisi uang sebanyak Rp. 2.900.000, Uang hasil dari penggalangan Dana tersebut diserahkan Ke Posko Induk Penanggulangan Bencana yang bertempat di Aula Kantor Sat Pol PP yang diterima oleh Petugas Posko Induk yang di saksikan oleh Petugas Piket Siaga, anggota Kodim 1425 Jeneponto dan Perwakilan dari Pemuda yang melakukan Aksi penggalangan Dana di Jalan.

Kapolres Jeneponto AKBP Hery Susanto.S.I.K mengatakan ” Kegiatan penggalangan Dana korban banjir tersebut adalah kegiatan Positif namun dalam pelaksanaanya harus mengantongi Izin sesuai Ketentuan Undang-Undang No 9 Tahun 1961 dan Peraturan Pemerintah No 29 tahun 1980 tentang Pelaksanaan Pengumpulan Sumbangan, penggalang dana tidak boleh atas nama pribadi.” Ungkapnya

Lebih lanjut Kapolres Jeneponto mengungkapkan ” Kegiatan tersebut mengganggu ketertiban umum dan menghambat arus lalu lintas serta dapat mengakibatkan peristiwa kecelakaan lalu lintas. ,” Tegasnya.

(BACHRI)

Komentar

News Feed