oleh

Penyebar Hoaks Polisi Buka Paksa Kotak Suara Dicyduk

Topterkini.com | Senin, 22 April 2019, polisi berhasil meringkus pemilik akun media sosial Dany M. Ramdany. Akun tersebut menyebarkan berita bohong soal anggota Polri yang disebutnya hendak membobol kotak suara Pemilu 2019 dan kemudian berhasil dihadang oleh ormas radikal Front Pembela Islam (FPI).

Dalam akun Facebook-nya, pelaku yang mengaku belum lama bergabung dengan FPI hanya agar disangka menjadi pejuang agama itu mengunggah sepotong video singkat berupa kondisi pengamanan di sebuah tempat di Tasikmalaya.

Loading...

Dalam video itu tertulis keterangan ‘Terjadi di Indihiang dan Cipedes Tasikmalaya Jawa Barat polisi memaksa ingin membuka kotak suara dihadang oleh FPI, Babinsa dan relawan 02’. Video singkat itu diunggah pasca pilpres 2019.

Polisi mengatakan semua informasi yang ditulis Dany itu sesat dan tidak benar.

Video peristiwa itu memang terjadi di salah satu gudang PPK di Cipedes, Tasikmalaya yang memang diamankan oleh TNI, Polri, Linmas dan penyelenggara pemilu, namun yang terjadi kemudian adalah beberapa anggota dari ormas radikal datang dan memaksa masuk ke area pengamanan tersebut, tentu saja hal ini dicegah oleh polisi.

Namun bangsatnya, oleh pelaku dikatakan justru mereka yang mencegah aparat.

Polisi yang mendapat laporan atas unggahan anggota FPI tersebut langsung bertindak cepat.

Tak butuh waktu lama, polisi berhasil mencyduk pelaku yang kebetulan bernama sama dengan akun medsosnya. Dany ditangkap di kawasan Jakarta pada Senin, 22 April kemarin.

Setelah diselidiki, pelaku ternyata justru bukan berasal dari Tasikmalaya.

Manusia laknat penyebar hoaks yang meresahkan masyarakat itu berasal dari Ciamis dan bekerja sebagay sekuriti di sebuah bank di Jakarta.

Saat ditanyakan motifnya nekat menyebarkan fitnah kepada polisi tersebut, selain mencari ridha ilahi, pelaku mengaku hanya iseng saja mengunggah video tersebut.

Video itu diakuinya diperoleh dari akun lain yang sudah lebih dahulu mengunggah di medsos.

“Tidak ada motif apa-apa. Saya menyebarkan doang. Dapat dari Instagram, lalu iseng saya sebarkan di Facebook, siapa tahu dapat pahala,” kata Dany memelas.

Pelaku dengan jujur dan tanpa tekanan mengaku merupakan pendukung fanatik dari pasangan capres-cawapres Prabroro-Santy.

Bahkan saat ini pelaku mengaku telah tergabung sebagay relawan pasangan 02.

“Saya ikut relawan Koppasandi pemenangan Prabowo-Sandi 02 daerah Ciamis,” ucap Dany.

Atas perbuatannya, Dany dijerat Pasal Pasal 28 ayat (2) UU ITE dengan ancaman 6 tahun penjara.

Saat ini anggota FPI itu masih menjalani pemeriksaan intensif di kantor polisi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Seperti yang sudah-sudah, ketika relawan mereka tercyduk menyebarkan fitnah dan kebohongan, BPN Prabochan tidak sudi disangkutpautkan dengan pelaku.

Kepolisian mengimbau agar masyarakat teliti sebelum menyebarkan informasi apapun agar tidak senasib dengan anggota FPI penyebar hoaks tersebut.

Sumber : Detik.com

Komentar

News Feed