oleh

Update Korban Meninggal Banjir Bandang di Jeneponto

TOPTERKINI.COM – Jeneponto | Tim Basarnas kembali menemukan mayat di Dusun Sapiri, Desa Sapanang, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, sulawesi selatan Sabtu, (26/01/2019) sekira pukul 12,20 WITA.

Hal itu diungkapkan Humas Basarnas Hamsidar ke cakrawalaInfo Via Telephne selulernya. “Kita temukan mayat di dusun sapiri sekira pukul 12.20 wita, diarea persawahan milik warga, yang diketahui berjenis kelamin perempuan,” ujarnya.

Ia menyebutkan, hingga pukul 17.30 WITA, tercatat sudah 9 orang yang ditemukan oleh pihaknya, namun korban yang ditemukan oleh warga kita tidak mendatanya, lebih jelasnya kita hubungi pihak BPBD Jeneponto, ” ungkapnya.

Sementara itu Anwaruddin selaku ketua Tim penanggulangan bencana membenarkan penemuan mayat di area persawahan di Dusun Sapiri yang berjenis kelamin perempuan, dan korban meninggal akibat banjir bandang di Jeneponto menjadi 15 orang, dan satu orang lainnya masih dilakukan pencarian.

“Data ini diperoleh dari Komandan Tim Basarnas gabungan. “Dari jumlah tersebut, 15 orang menjadi korban bencana banjir bandang Jeneponto, sedangkan sisa satu orang dinyatakan masih hilang,” ujar Anwaruddin.

Satu warga yang ditemukam hari ini sudah dinyatakan meninggal dunia dan diidentifikasi berasal dari Desa Sapanang, Kabupaten Jeneponto, Halimah (50) yang ditemukan kurang lebih 3 kilometer dari rumahhnya.

“Iya kita kembali temukan satu mayat yang diketuahui bernama Halimah di Persawahan milik warga di Dusun Sapiri,” Kata Anwaruddin.

Jenazah korban dibawa ke RSUD Lanto Daeng Pasewang Jeneponto untuk dilakukan visum dan diserahkan ke piak keluarga korban,” jelasnya.

Petugas masih melakukan pencarian terhadap korban lainnya. Dan Saat ini, sudah ada 15 korban meninggal dunia korban banjir yang berhasil diidentifikasi.

Berikut ini daftar nama korban meninggal dan hilang berdasarkan jenis kelamin.

Desa Sapanang Kecamatan Binamu 10 orang

1. Risa (P/75)
2. Rifal (L/20)
3. Jumali (L/40)
4. Uca’ (L/70)
5. Hiji (P/45)
6. Zaka (L/2,5)
7. Dandi (L/22)
8. Muhammad Rafli ady (L/17)
9. Nawir (L/25)
10.Halimah (P/60).

Kelurahan Balang Kecamatan Binamu 2 orang

1. Manja Daeng Timung (L/75)
2. Juwita (P/8)

Desa Jombe Kecamatan Turatea 2 orang

1. Abdul Fattah (L/50)
2. Sania (P/70)

Desa Bontomanai Kecamtan Rumbia 1 orang

1. Manrong (L/65).

Yang dinyatakan hilang satu orang  warga Desa Sapanang Faisal alias Ical

Ia mengatakan, Tim SAR gabungan dari Basarnas, BPBD, TNI, Polri, Tagana, PMI, relawan dan masyarakat masih terus melakukan pencarian dan penyelamatan korban banjir.

Banjir bandang yang melanda   Kabupaten Jeneponto dipicu hujan deras sejak Selasa (22/01/2019) pukul 06.00 WITA pagi. Curah hujan tinggi menyebabkan debit Sungai Belokallong dan Sungai Tamanroya naik secara cepat. Pada pukul 13.00 WITA, banjir setinggi lutut, naik terus hingga pukul 15.00 WITA banjir telah setinggi 2 – 4 meter. BNPB mengimbau untuk terus meningkatkan kewaspadaan dari ancaman banjir. Hujan akan terus meningkat hingga puncaknya pada bulan Februari 2019 mendatang,”tuturnya. (Bachri)

Komentar

News Feed